Pria 65 Tahun Temuan Tragis: Ditemukan Gantung Dirinya di Dapur Kampung Bakungpringgodani, Sidoarjo
Disclaimer: Berhati-hatilah saat mempelajari isi dari teks ini! Isi artikel ini bukan dimaksudkan sebagai insentif bagi siapapun untuk meniru tindakan tersebut. Jika Anda merasa memiliki gejala-gejala depresi dan berpikiran tentang self harm atau bunuh diri, sebaiknya bicarakan masalah Anda dengan profesional seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa. Hubungi layanan bantuan terkait di daerah masing-masing sesegera mungkin.
PR Kalsel — Penduduk dari Dusun Kendal, Desa Bakungpringgodani, Kecamatan Balongbendo, menjadi heboh karena menemukan mayat seorang lelaki tua yang ditemukan dalam posisi tersangkut di dapur sebuah rumah penduduk setempat pada hari Jumat tanggal 16 Mei 2025 pagi.
Korban bernama Sukri (65) dikenali sebagai orang yang biasanya menginap di rumah Milik Ratna Setyowati. Dia sebelumnya telah didiagnosis dengan masalah kesehatan mental dan sempat dirawat di Rumah Sakit Jiwa Radjiman Wediodiningrat, Malang.
Kapolsek Balongbendo, AKP Sugeng Sulistiyono mengkonfirmasi peristiwa itu. Berdasarnya, mayat si korban pertama kali dijumpai oleh Ratna ketika dia berencana untuk melaksanakan salat subuh dan akan menuju ke kamar mandi pada waktu kurang lebih pukul 04.50 WIB.
“Saksi kaget saat melihat korban sudah tergantung dengan tali plastik warna biru yang terikat pada rangka kayu di dapur rumah,” ungkap AKP Sugeng dalam keterangannya kepada wartawan.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Di lokasi, turut ditemukan sebuah meja kayu yang diduga digunakan sebagai pijakan, serta sejumlah barang milik korban seperti sandal jepit, obat-obatan, dan uang tunai sebesar Rp 5.000 di saku celananya.
"Menurut keterangan dari keluarga, korban sebelumnya telah menjalani perawatan medis dengan diagnosis paranoid schizophrenia. Hal ini semakin menegaskan dugaan bahwa korban menderita gangguan mental yang kemungkinan besar menjadi dorongan untuk melakukan tindakan ekstrem itu," jelas AKP Sugeng.
Pada saat ini, mayat korban sudah dipindahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Porong untuk tujuan pemeriksaan medis forensik. Kepolisian pun telah mengecek sejumlah orang sebagai saksi demi memverifikasi bahwa tak ada dugaan tindakan kriminal tambahan dalam insiden tersebut.
"Kami terus melaksanakan proses investigasi dengan teliti guna menentukan sebab kematiannya serta memverifikasi bahwa tak ada indikasi adanya tindakan kekerasan," demikian katanya.