Pep Guardiola Ingin Bawa Pulang Trofi Piala FA Sebagai Kenangan Terakhir bersama Kevin De Bruyne
Pep Guardiola pelatih Manchester City menyampaikan bahwa timnya berambisi meraih gelar Piala FA sebagai hadiah perpisahan bagi Kevin De Bruyne sebelum ia hengkang dari The Citizens di penghujung musim ini, seperti dilansir dari sumber tersebut. ANTARA .
"Kevin pastinya ingin mengerjakan hal tersebut untuk kita semua serta tim juga menginginkan yang sama bagi dirinya, namun kalian perlu menunjukkan performa, bertindak dengan baik, dan melakukan apa pun yang diperlukan," jelas Guardiola seperti dilansir situs resmi klub pada hari Sabtu (17/5).
"Pasti seru itu. Meskipun dia belum lama menjadi kapten, namun telah meraih banyak gelar. Dalam waktu sepuluh tahun, dia berhasil mengangkat 19 trofi, cukup membanggakan!" tuturnya sambil menambahkan.
Kevin De Bruyne telah memilih untuk hengkang dari Manchester City tanpa menandatangi perpanjangan kontrak usai sudah memberikan dedikasi selama satu dekade bagi tim yang dikenal dengan seragam berwarna biru muda itu.
Kota telah ditetapkan untuk berjumpa dengan Crystal Palace dalam pertandingan final Piala FA yang akan diselenggarakan di Stadion Wembley, London, pada hari Sabtu jam 22:30 waktu Indonesia Barat. Kemenangan ini dapat memberikan hadiah terakhir indah bagi De Bruyne.
Guardiola menyatakan masih belum dapat memastikan apakah dia akan menjadikan De Bruyne sebagai starter dari awal pertandingan, tetapi dia percaya bahwa pemain asal Belgia itu mampu berkontribusi bagi tim di laga mendatang.
Berdasarkan pendapat Guardiola, De Bruyne telah mengikuti banyak pertandingan vital bersama Manchester City, walaupun pernah panjang masa istirahatnya dikarenakan cidera. Pada akhirnya, sang atlet yang berumur 33 tahun itu mampu tampil sebagai elemen utama dalam skuad klub.
"Saya menurunkannya di lapangan karena yakin bahwa ia mampu mencetak apa yang telah ia raih hingga saat ini. Menghadapi Crystal Palace kita sempat tertinggal 2-0 dan dia berhasil merubah jalannya pertandingan lewat sepakannya dari luar kotak penalti. Kita tak dapat melakukannya cuma untuk berbaik hati," jelas Guardiola.
"Alasannya adalah karena saya sangat yakin bahwa kami menginginkannya dan dia bisa mendukung kami. Saya masih tidak mengetahui apakah dia akan bertanding di Wembley. Saya memiliki pemikiran sendiri tentang hal ini, tapi mari kita tunggu dulu," tutupnya.