Mbak Rani Dicokok Polisi India Berkat Vlog Kereta Surabaya-Jakarta, Kini Jadi Sorotan Mata-Mata

Table of Contents

, NEW DELHI - Kepolisian Negeri Haryana dikarenakan India mengamankan wanita berinisial JR (33) pada hari Jumat tanggal 16 Mei 2025.

Wanita tersebut digambarkan sebagai seorang blogger wisata dan didakwa atas tuduhan tertentu. mata-mata untuk Pakistan.

Tangkapan Rani menjadi sebagian dari Operasi Sindoor yang dijalankan oleh India selama periode konflik tersebut. Pakistan yang memanas belakangan ini.

Sebagai YouTuber, Rani mengelola kanal Travel with Jo yang telah mencapai 377 ribu subscriber. subscribers Dia punya akun di Instagram yang telah mendapatkan 132 ribu penggemar.

"Setelah ditangkap karena menyebarkan data rahasia kepada petugas Komisi Tinggi Pakistan di New Delhi, Rani diamankan oleh pihak berwenang," jelas polisionya dari India.

Pada 6 Mei kemarin, Rani mengunggah vlog tentang petualangannya di Indonesia. Ia naik kereta api yang berbiaya Rp 880 ribu dari Stasiun Gubeng, Surabaya, hingga ke stasiun Gambir di Jakarta.

Rani diamankan di zona New Aggarwal Extension, Kabupaten Hisar, Haryana. Kemudian, ia diduga telah melanggar UU Rahasia Negara dan Kode Pidana India Bharatiya Nyaya Sanghaata, atau mengancam kedaulatan, kesatuan, serta integritas negara tersebut.

Pada hari Sabtu (17/5/205), Rani dibawa ke pengadilan. Meskipun demikian, sampai sekarang ia tetap berstatus sebagai tahanan polisi.

"Badan intelijen juga tengah melakukan pemeriksaaannya," kata seorang pejabat kepada Indian Express.

Rani adalah anak perempuan dari bapak yang bernama Harish Kumar Malhotra, mantan karyawan Badan Listrik Haryana.

Wanita single tersebut sebelumnya pernah bekerja di suatu perusahaan yang ada di Gurugram, namun dia harus mengundurkan diri dikarenakan adanya pandemic COVID-19.

Tiga tahun yang lalu, Rani mulai menjadi seorang blogger wisata. Ia meninggalkan tempat tinggalnya di Hisar pada tanggal 6 Mei kemarin.

"dia mengucapkan salam perpisahan pada orangtuanya sebelum pergi ke Delhi," demikian kata polisi.

Menurut polisi, Rani menjadi mata-mata untuk Pakistan dan menjalin kontak langsung dengan pembina atau pengarahnya (handler). Pada Maret dan April lalu, Rani mengunggah video dan reels tentang perjalanannya di Pakistan.

Isi kontennya menggambarkan secara positif Pakistan sebagai negeri yang menjadi lawan dari India.

"Pada pemeriksaan pertama, orang tersebut mengaku telah pergi ke Kedutaan Besar Pakistan (di New Delhi, red) guna mendapatkan visa kunjungan pada tahun 2023," tambah petugas polisi.

Di sinilah Rani bersinggung dengan seorang pejabat Pakistan yang bernama Ehsan-ur-Rahim alias Danish. Rani pun memberikan nomor teleponnya dan tetap terhubung dengan petugas dari Kedutaan Besar Pakistan di New Delhi itu.

Rani berhasil mendapatkan visa pada tahun 2023 dan kemudian melakukan perjalanan ke Pakistan sebanyak dua kali. "Berdasarkan instruksi dari Danish, ia bertemu dengan seorang laki-laki bernama Ali Ahwan di Pakistan. Orang ini merancang perjalanannya serta durasi tinggalnya di negara tersebut," jelas petugas polisi.

Ali Ahwan, seorang petugas polisi dari India, menyatakan bahwa Rani terkait dengan dua pejabat keamanan serta inteligen dari Pakistan bernama Shakir dan Rana Shahbaz.

"Dia juga menaruh nomor telepon Shakir di ponselnya dengan label Jatt Randhawa agar tidak mencurigakan," jelas petugas polisi.

Kemudian, Rani tetap mempertahankan komunikasi dengan para petinggi Pakistan tersebut lewat berbagai jejaring media sosial.

"Setelah itu, dia pun memulai untuk menyebarkan data penting terkait fasilitas utama di India ke pihak tersebut," jelas kepolisian. (Indian Express/)