Marah Sekali! Warga Marah Besar ke Pelaku Ugal-Ugalan di Jalan Baru Kota Tasikmalaya; 1 kabur, 2 dirawat di Rumah Sakit
PR GARUT Warga marah karena perilaku para anggota geng motor yang berkeliaran dengan liar di Jalanan Umum dekat Lanud Wiriadinata pada hari Jumat tanggal 16 Mei 2025 sekira pukul 21:30 WIB. Kelompok tersebut memacu motornya keras dan menggunakan knalpot bocor sehingga menganggu ketenangan penduduk setempat.
Bukan cuma satu atau dua kali saja mereka melewati area itu dengan berbagai sepeda motor yang melaju kencang dan melakukan manuver liar. Mereka terus-menerus menggeletarkan kendaraannya dengan kecepatan maksimal seperti sedang mencari-cari cara untuk membuat keributan di jalan.
Para penduduk yang mendengar kejadian itu merasa frustasi dan kemudian keluar dari rumah mereka untuk menghentikan para anggota geng motor tersebut. Karena tingkat ketidaksenangan mereka sangat tinggi, mereka bahkan melakukan penghalang-halang di tengah jalan.
Seorang penduduk dari Kampung Pelang, Kelurahan Sukimanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya bernama Asep (56), mengeluh tentang suara knalpot sepeda motor yang berisik di jalur baru dekat Lanud Wiriadinata tersebut.
" Motor yang memiliki muffler keras tetap saja berpindah-pindah tempat sambil menancap-nancapkannya gas sehingga bunyinya menusuk telinga. Sampai-sampai akibat ketidakpuasan akan riuhnya keriuhan ini, banyak wanita paruh bayang pun keluar dari hunian mereka," ungkapnya sewaktu ditemui dirumahnya, Jumat 16 Mei 2025.
Menurut dia, pengendara motor nekat kerap kali muncul di daerah jalanan baru tersebut. Kejadian itu menyebabkan penduduk sekitar merasa kesal serta terdistorsi oleh perilaku mereka. Hampir tiap hari senantiasa ditemui sekumpulan roda dua berlalu lalang dengan laju tinggi dan bunyi exhaust yang menusukan telinga.
" Akibat kesal, penduduk keluar untuk menghalangi para pengendara sepeda motor, namun mereka hanya melaju bolak-balik sambil membentangkan lintasan yang tidak teratur. Akhirnya, beberapa di antaranya tersungkur dan tabrakan dengan tiang penerangan jalanan," ujarnya.
Kokon pun mengatakan hal serupa; dia marah saat melihat sepeda motor melesat kencang sambil memekikknalpotnya yang keras. Karena itu, ia berkolaborasi dengan tetangga lain untuk menyergap para pembalap liar di jalanan.
" Sudah terlalu jauh, motor dinaikkan gasnya sampai membuat bunyi yang menyakitkan telinga. Penduduk berkolaborasi untuk menghentikan kejadian tersebut. Mereka ingin supaya para pengendara itu pergi, tetapi justru bertindak semena-mena dengan memacu kendaraannya keras-keras, bolak-balik melintir-lilin seperti sedang menantang penduduk," ucapnya.
Akhirnya penduduk mengepung dia, tetapi mereka mencoba melarikan diri sehingga sebuah sepeda motor jatuh serta seseorang menabrak tiang. Terdapat tiga individu yang jatuh, satu orang berhasil melarikan diri namun ditgejar oleh masyarakat sekitar. Sementara itu, dua lainnya dilarikan ke rumah sakit dikarenakan mengalami cedera dari insiden jatuh serta benturan dengan tiang tersebut," katanya.
Bukan Konvoi Peprsib
Disinggung apakah mereka geng motor, ia menyebut mungkin saja karena mereka tidak mau bubar meski dicegat warga. Ditanya apakah mereka konvoi Persib, dia menyebut, tidak mengetahui secara pasti.
" Karena kalau ada konvoi Persib tentu bukan itu yang dimaksud. Sebab Pertandingan Persib berlangsung besok pukul 4 sore, sedangkan ini terjadi di tengah malam dan kurang relevansi. Menurutnya, "Diduga sekelompok orang dengan gerobak motor," katanya. ***