Hijau dan Menguntungkan: Bergabunglah dengan Kelas Membuat Sabun Sendiri di Desa Batukaropa Bulukumba!

Table of Contents

- Udara pagi yang masih memancarkan kilap embun terlihat ketika perencanaan disusun di Kantor Desa Batukaropa, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba. Di atas meja panjang tersebut, tersedia berbagai botol transparan serta blok sabun organik yang telah ditata rapi, siap untuk didemoikan oleh para peserta yang ingin menguasai proses pembuatan sabun mulai dari awal hingga akhir.

Pada Minggu, 18 Mei 2025, kursus sabun buatan sendiri yang disebut Kelas Sabun Homemade akan diadakan oleh Komunitas Merdeka Sampah (KORSA) bersama dengan Ekologi Observasi dan Pelestarian Kawasan Basah (ECOTON).

Pelatihan ini tersedia bagi publik dan akan berlangsung mulai pukul 10.00 sampai 12.00 WITA, mendorong warga untuk mempelajari bagaimana membuat sabun alamiah menggunakan bahan-bahan yang baik untuk lingkungan.

Mempelajari pembuatan sabun menggunakan bahan-bahan alami, lalu langsung praktekkan

Acara ini digelar untuk meningkatkan kesadaran lingkungan pada level dasar masyarakat. Para peserta bukan sekadar ditunjukkan prosesnya, tetapi mereka juga diajarkan cara membuat sabun padat dan Cair dengan memanfaatkan minyak kelapa, tanaman obat alami, serta minyak atsiri terpilih.

"Pernah bertanya bagaimana cara pembuatan sabun yang biasa kita gunakan setiap hari?" tanya Firly pada Sabtu, 17 Mei 2025.

Kontak fasilitator KORSA yang dapat dihubungi secara langsung untuk registrasi adalah 0822-3130-1748.

Konten ini sesuai bagi para pemula. Tidak diperlukan pengetahuan sebelumnya tentang kimia; yang penting adalah memiliki rasa ingin tahu serta tempat kosong untuk mengambil pulang produk dari praktik tersebut.

Ramah lingkungan, bermanfaat ekonomis

Di tengah ancaman limbah rumah tangga dan ketergantungan terhadap produk komersial, sabun homemade menawarkan dua manfaat utama: ramah lingkungan dan berpotensi menjadi usaha rumahan.

Kegiatan ini juga jadi ruang belajar bersama, sekaligus ajakan untuk hidup lebih mandiri. Sabun yang dihasilkan bisa digunakan pribadi atau dijadikan produk lokal berbasis komunitas.

"Dari dapur rumah, kita dapat memulai untuk membantu bumi," ujar Firly.

Karena ini adalah kelas tatap muka dengan sesi praktek langsung, jumlah pesertanya dibatasi. Untuk menghindari kehabisan tempat, para peserta diharuskan mendaftarkan diri secepatnya.

Tempat acara ini adalah di kantor Desa Batukaropa, Kecamatan Rilau Ale, yang bertema terbuka serta didampingi oleh para instruktur secara langsung.

Dengan menggunakan bahan-bahan alami, teknik-teknik mudah, serta dukungan komunitas, kursus ini merupakan langkah kecil menuju perubahan besar—dari pembuatan sabun hingga mencapai pemahaman lebih dalam. ***