4 Kebenaran Mengejutkan Mengenai Penurunan VfL Bochum dari Bundesliga Jerman 2024/2025
VfL Bochum terkenal sebagai klub kompetitif dari divisi bawah Bundesliga Jerman. Meskipun demikian, tim yang memiliki julukannya sendiri yaitu Die Unabsteigbaren ini mampu bertahan di tingkat atas sepak bola Jerman melalui pertempuran sengit dan ketegangannya.
Setelah berada di liga bawah selama beberapa tahun, VfL Bochum harus merelakan diri turun ke divisi inferior Liga Jerman. Tim yang berkandang di North Rhine-Westphalia ini tidak berhasil mempertahankan posisinya dan mengakhiri musim Bundesliga Jerman 2024/2025 di urutan terbawah tabel klasemen.
Ada empat poin penting yang perlu diketahui mengenai penurunan performa VfL Bochum pada musim 2024/2025. Mari kita bahas daftar informasi serta analisisnya di bawah ini.
1. Tertinggal setelah berjuang selama 4 tahun di liga sepak bola Bundesliga Jerman
Kompetisi divisi bawah Bundesliga musim 2024/2025 tergolong ketat. Berbagai tim bersaing sengit guna mempertahankan tempat mereka di liga utama Jerman. Lima klub yang berada dalam persaingan ini meliputi VfL Bochum, Holstein Kiel, FC Heidenheim, TSG Hoffenheim, serta FC St. Pauli.
Sesungguhnya degradasi VfL Bochum hanya masalah waktu. Karena sejak dipromosikan ke Bundesliga Jerman pada tahun 2021/2022, posisinya selalu merosot. Setiap musim berlalu, tantangan untuk bertahan melawan tim-tim papan atas Jerman menjadi semakin sulit bagi mereka.
Di musim 2023/2024, Bochum hampir saja mengalami degradasi setelah berakhirnya liga menempatkan mereka di peringkat ke-16 dan membuat tim harus bertahan melalu playoff Promosinya berhasil dicapai setelah mereka berhasil mengejar ketertinggalan menjadi 3-3. Dengan bimbingan pelatih Dieter Hecking, tim ini akhirnya mengalahkan Fortuna Duesseldorf melalui pertandingan tendangan pinalti dengan hasil 6-5.
2. VfL Bochum selalu tertinggal di zona degradasi.
Pada pekan pertama 2024/2025, VfL Bochum hanya menempati posisi ke-15 klasemen Bundesliga Jerman. Setelah itu, Die Unabsteigbaren tidak pernah beranjak dari zona degradasi hingga duduk di posisi ke-18 klasemen akhir. Mereka hanya mengumpulkan 25 poin dari 6 kemenangan dan 7 keserian dalam 34 laga.
Dalam pertandingan terakhirnya, Bochum berhasil mengamankan kemenangan dengan skor 2-0 atas FC St. Pauli. Akan tetapi, selisih poin mereka masih cukup besar bila dibandingkan dengan posisi FC Heidenheim dalam zona aman. playoff Mereka perlu siap menghadapi penurunan kualitas. Sekarang, tim yang dilatih oleh Dieter Hecking harus bekerja ekstra keras untuk bersaing di puncak Bundesliga 2 musim 2025/2026 agar dapat kembali ke divisi utama.
3. sempat melalui perubahan posisi pelatih
Mulai dari musim 2024/2025, posisi pelatih kepala VfL Bochum telah berubah beberapa kali. Mula-mula, Peter Zeidler dipilih menjadi manajer tim yang berasal dari region North Rhine-Westphalia tersebut. Tetapi, karena kinerja tim yang tidak memuaskan, dia pun diberhentikan setelah hanya menjabat selama tiga bulan.
Selanjutnya, pengelola tim mengangkat Markus Feldhoff serta Murat Ural sebagai pelatih sementara pada bulan Oktober tahun 2024. Namun sayangnya, kedua individu tersebut tidak berhasil meningkatkan performa VfL Bochum selama separuh awal musim 2024/2025. Pada periode ini, Bochum terpaksa puas dengan posisi paling bawah dalam tabel liga karena deretan hasil kekalahan mereka dan absennya kemenangan sama sekali.
Di bulan November 2024, tim manajemen klub memilih Dieter Hecking sebagai pelatih kepala baru untuk Bochum. Keputusan ini memberikan secercah harapan pada tim dengan mencatatkan beberapa kemenangan. Akan tetapi, meskipun dididik oleh Hecking, Die Unabsteigbaren masih sulit bangkit dari posisinya saat ini.
Melansir Buli News , Bochum secara resmi telah memperpanjang kontrak Hecking sampai Juni 2027 walaupun tim tersebut masih berada dalam zona degradasi. Akan tetapi, manajemen klub menyatakan yakin pada kemampuan Hecking saat melatih Bochum dengan sumber daya terbatas. Dia bertekad untuk membantu Bochum kembali ke Bundesliga Jerman.
4. Permasalahan di dalam tim menjadi salah satu alasan utama mengapa VfL Bochum mendekam di zona degradasi.
Dengan melihat potensi yang dimilikinya, VfL Bochum sesungguhnya tidak begitu buruk. Kualitas tim ini masih melebihi kedua klub promosi lainnya yaitu Holstein Kiel dan FC St. Pauli. Selain itu, mereka didorong oleh kehadiran pemain bintang seperti Myron Boadu yang telah mengemas sembilan gol dalam tiga puluh empat pertandingan bersama Bochum.
Bukan hanya itu, lini tengah klub juga mendapatkan tambahan kekuatan dari Ibrahima Sissoko yang pernah bermain dengan performa apik untuk RC Strasbourg. Sedangkan di belakang, tim ini didukung oleh Bernardo dan Tim Oermann yang terkenal sangat kokoh. Meskipun demikian, Bochum masih belum mampu bertahan minimal satu musim di Bundesliga.
Melansir Kicker Performa yang kurang baik dari Die Unabsteigbaren sebenarnya terkait dengan ketidakstabilan dalam pengelolaan klub. Di bulan Oktober 2024, presiden Bochum, Hans-Peter Villis, memilih untuk mundur saat menghadapi situasi krisis dan hasil pertandingan tim yang mengecewaakan. Akhirnya, jabatan pimpinan diberikan kepada Uwe Tigges.
Penurunan performa VfL Bochum telah nampak dengan jelas sejak awal musim Bundesliga Jerman 2024/2025. Tim tampak kesulitan untuk keluar dari zona degradasi serta serangkaian hasil negatif yang menghantam moral para pemain. Sekarang, mereka perlu bekerja ekstra keras demi memenangkan liga kedua dan mendapatkan tempat promosi ke divisi utama.